~ selamat datang, welcome, sugeng rawuh, sugeng rawuh, مرحبا بكم ,benvenuti, welkom, bienvenida, 歓迎 , Добро пожаловать,Bienvenue, xoş, Maligayang pagdating ~ Nobel's Blog mengucapkan Selamat berpuasa bagi yang menjalankannya semoga diterima oleh Allah SWT Amiiinn... . Please Visit My New Blog http://freshcarrots.blogspot.com The Music Place
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Senin, 24 Januari 2011

Wakil Ketua DPR: Tunjangan SBY 5 Kali Gaji

Best Blogger Tips
VIVAnews - Wakil Ketua DPR Pramono Anung menilai, pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyebut gajinya tidak naik selama tujuh tahun, bukan berarti sebagai keluhan seorang Presiden.


"Gaji Presiden persoalan sensitif. Meskipun gaji Presiden tidak naik, tetapi Presiden menerima uang jabatan dan tunjangan besar, sekitar empat sampai lima kali gaji yang diperoleh," kata Pramono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 24 Januari 2011.


Tapi setelah Pramono memperhatikan dengan seksama ucapan lengkap Presiden terkait gaji itu, ia lantas menyimpulkan bahwa Presiden hanya ingin memberikan perhatian khusus terhadap remunerasi TNI dan Polri.


"Konteksnya, Presiden ingin memastikan bahwa pemerintah terus memperhatikan nasib TNI, dengan terus memberikan remunerasi," jelas Pramono.
Pernyataan Presiden diharapkan memberi motivasi bagi TNI untuk lebih giat mengabdi kepada negara dan membangkitkan semangat juang mereka.


Sebelumnya, juru bicara kepresidenan Julian Aldrin Pasha menyatakan bahwa pernyataan Presiden telah dibelokkan terlalu jauh. Ia menegaskan, Presiden sama sekali tidak berniat meminta kenaikan gaji, tapi semata-mata hendak menstimulasi TNI dan Polri agar optimal bekerja, dan menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan mereka lewat remunerasi.


"Ini tahun keenam, ketujuh gaji Presiden belum naik. Tapi memang saya niati. Saya ingin semua sudah mendapatkan kenaikan yang layak, yang tepat dan adil," demikian pernyataan SBY dalam Rapat Pimpinan TNI dan Polri akhir pekan lalu.

Gaji SBY saat ini sekitar Rp62 juta per bulan, dengan tunjangan lainnya menjadi Rp2 miliar setahun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar