~ selamat datang, welcome, sugeng rawuh, sugeng rawuh, مرحبا بكم ,benvenuti, welkom, bienvenida, 歓迎 , Добро пожаловать,Bienvenue, xoş, Maligayang pagdating ~ Nobel's Blog mengucapkan Selamat berpuasa bagi yang menjalankannya semoga diterima oleh Allah SWT Amiiinn... . Please Visit My New Blog http://freshcarrots.blogspot.com The Music Place
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 11 Januari 2011

BlackBerry Mau Di Blokir

Best Blogger Tips
INILAH.COM, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring dengan tegas akan memblokir BlackBery jika Research in Motion (RIM) jika tidak mengikuti aturan. Operator pun kelabakan.
Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada pihak manapun yang memberikan akses pornografi. Jika ancaman ini tidak ditaati RIM, pemerintah akan menempuh jalur hukum berdasarkan UU No 36/1999, UU No 11/ 2008 dan UU No 44/2008.
Selain itu, berdasarkan UU Nomor 14/ 2008 pasal 17 tentang Pencegahan Penyebaran Pornografi, Research in Motion (RIM) selaku produsen dan penyedia layanan BlackBerry diwajibkan tunduk aturan.
Saat ini, pengguna BlackBerry mencapai 2 juta pelanggan atau 7% dari 21 juta pengguna global di seluruh dunia. Mitra RIM di antaranya Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Natrindo Telepon Seluler, Hutchison CP Telecom dan Smart Telecom.
Berdasarkan keterangan Tifatul Sembiring, pemerintah mengharapkan beberapa hal kepada RIM di antaranya membuka perwakilan di Indonesia, membuka service center agar memudahkan pelayanan kepada pengguna dan memasang software blocking terhadap situs porno. Pihak operator masih menunggu keputusan lanjutan dan aturan teknis dari pemerintah untuk persoalan BlackBerry
“Kami sudah mengetahui kemungkinan pemblokiran BlackBerry. Namun operator, pemerintah dan RIM sedang dalam pembicaraan internal untuk mencegah kemungkinan terburuk. Apalagi, pengguna BlackBerry cukup banyak di Indonesia,” ujar Head of Corporate Communication XL Febriati Nadira saat dihubungi INILAH.COM, di Jakarta, kemarin.
Hal senada juga diungkapkan pihak Natrindo Telepon Seluler selaku pemegang merek dagang AXIS. Menurut Head of Corporate Communications AXIS Anita Avianty, pemblokiran layanan BlackBerry bukan solusi tepat mengingat sekitar 90 ribu pelanggan AXIS adalah pengguna BlackBerry. Jika diblokir tentu saja ini memberi dampak yang signifikan kepada perusahaan.
“Namun, pada dasarnya AXIS mendukung keputusan pemerintah. Pemblokiran konten pornografi yang diwajibkan kepada seluruh operator juga sudah kami taati. Untuk saat ini, kami masih menunggu keputusan pemerintah soal tugas operator dalam kasus BlackBerry ini,” ujar Anita.
Sikap menunggu kejelasan pemerintah juga diungkapkan oleh GM Corporate Communications Telkomsel Ricardo Indra. “Sampai saat ini, Telkomsel masih menunggu keputusan final pemerintah. Pada prinsipnya, Telkomsel mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah Indonesia.”
Secara sederhana, potensi kerugian dihitung secara kasar berdasarkan jumlah pelanggan Blackberry dikali rata-rata harga layanan. Layanan Blackberry di XL sekitar 600 ribu pelanggan dengan rata-rata harga layanan Rp100 ribu per bulan sehingga perkiraan potensi kehilangan pendapatan mencapai Rp60 miliar per bulan.
Di lain pihak, jumlah pelanggan Telkomsel saat ini sekitar 95 juta di mana 900 ribu di antaranya adalah pelanggan BlackBerry. Sehingga potensi kehilangan pendapatan bisa mencapai Rp90 miliar per bulan.
Sementara itu, Teguh Prasetya, GM Value Added Service (VAS) Indosat mengatakan bahwa estimasi penurunan pendapatan dari sektor layanan tersebut mencapai sekitar Rp75 miliar per bulan.
Pengamat teknologi dan internet A Alfons Tanujaya saat dihubungi terpisah menilai, operator menjadi pihak pertama yang disalahkan jika akses layanan BlackBerry diblokir. Operator dianggap perpanjangan tangan Resarch in Motion oleh masyarakat.
“Operator tentu meneguk kerugian besar mengingat banyak pengguna layanan BlackBerry di Indonesia. Selain itu, ada beban mental operator menngingat RIM tidak memiliki perwakilan di Indonesia sehingga jika terjadi masalah, yang dipersalahkan adalah operator selaku mitra RIM,” ujar Alfons.
Di lain pihak, Dirjen Postel Kemenkominfo Muhammad Budi Setiawan, seperti dikutip di salah satu media, RIM setuju mengenai aturan sensor internet. Namun, perusahaan asal Kanada tersebut meminta dana investasi kepada operator selaku mitra mereka di Indonesia.
“Pihak AXIS belum membahas soal kemungkinan dana investasi yang diberikan pihak operator kepada RIM. Hingga kini, kami masih mengkaji semua kemungkinan,” ujar Anita Avianty. Hal senada juga diungkapkan oleh Ricardo Indra dan Febriati Nadira.
Namun Indosat mengaku keberatan bila aturan sensor pada BlackBerry juga dibebankan kepada operator. Apalagi, ada indikasi bahwa operator harus menyediakan dana investasi.
“Itu menjadi keharusan RIM menaati aturan pemerintah. Ini merupakan kelanjutan aturan kepada penyedia layanan internet (internet service provider/ISP) dan data seluler. Masalahnya, server BlackBerry ada di Kanada sehingga sulit melakukan pemblokiran jika mereka tidak bekerja sama. Semua ada di mereka,” tambah Teguh Prasetya.
Filtering hanya bisa dilakukan BlackBerry sehingga bagi Indosat lebih baik RIM melakukan melakukan sistem penyaringan situs porno. Bukan operator. Operator sudah mengeluarkan biaya habis-habisan untuk BlackBerry dengan menyediakan bandwidth, pembayaran layanan dan lainnya.
“Kami selalu bayar lisensi untuk penyelenggaraan layanan BlackBerry. Kami juga sudah memberikan kuota untuk transmisi data BlackBerry,” ujar Teguh lagi. [mdr]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar